Minggu, 18 November 2012

ZOIN : KUMBANG

KUMBANG

Kumbang (beetle), berasal dari bahasa Anglo-Sakson bitol yang berarti “makhluk yang menggigit”. Kumbang adalah salah satu binatang yang memiliki penampilan seperti kebanyakan spesies serangga. Ordo Coleoptera, yang berarti "sayap berlapis", dan berisi spesies yang sering dilukiskan di dalamnya dibanding dalam beberapa ordo lain dalam kerajaan binatang. Empat puluh persen dari seluruh spesies serangga adalah kumbang (sekitar 350,000 spesies), dan spesies baru masih sering ditemukan. Diperkirakan total jumlah spesies, yang diuraikan dan tidak diuraikan, antara 5 dan 8 juta.

A.    Ciri-ciri Umum Kumbang
Adapun ciri-ciri umum dari kumbang adalah :
1.       Panjang tubuhnya sekitar 1 mm sampai 10 cm.
2.       Kumbang betina dapat bertelur sampai dengan 90 butir, rata-rata 1 butir dalam 5 hari.
3.       Semua kumbang bermetamorfosis dengan sempurna, sehingga larva kumbang berbeda dengan imagonya.
4.       Tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, toraks, dan abdomen.
5.       Mempunyai sepasang antene bersegmen, yang biasanya menonjol di depan matanya.
6.       Mempunyai tipe mulut pengunyah.
7.       Memiliki sepasang sayap lembut yang terlipat dan dilindungi oleh penutup luar (cangkang) yang keras.
8.       Kumbang biasanya hanya dapat hidup selama 2-6 bulan. Namun kumbang pengebor kayu tertentu mempunyai daur hidup selama beberapa tahun.
9.       Dapat ditemukan pada hampir seluruh tipe habitat – pada tumbuhan, di permukaan tanah, di dalam tanah, di air, di dalam biji dan buah, dan bahkan di sarang semut.     

B.    Morfologi Kumbang
Tubuh kumbang terbagi menjadi  tiga bagian yaitu kepala, toraks dan abdomen. Kepalanya mempunyai mata. Antene, dan bagian mulut yang sangat rumit. Toraksnya atau bagian tengah, menyangga 6 kaki dan 2 pasang sayap, dan di dalamnya terdapat beberapa organ pencernaan. Abdomennya terdiri atas 9 atau 10 segmen kitin mirip cincin, yang 1 sama lain dihubungkan dengan jaringan yang lebih lunak. Abdomen itu beris organ-organ pencernaan, pernapasan, dan pembiakan. Organ yang menghasilkan bunyi melengking juga terdapat pada abdomen itu. Tidak semua kumbang memiliki organ-organ ini.
Semua kumbang mempunyai sepasang antene bersegmen, yang biasanya menonjol di epan matanya. Antene ini kadang-kadang demikian pendek sehingga hampir tidak terlihat, seperti pada kumbang karpt dan ladybug. Kalu tidak, antene itu malah 2 atau 3 kali panjang tubuhnya, seperti pada kumbang pengebor kayu, yang bertanduk panjang.
Struktur kumbang yang paling menarik perhatian, yang mebedakannya dari serangga yang lain, adalah pasangan sayap luar, atau sayap pertamanya, disebut elytra, yang sama sekali tidak tampak seperi sayap, keras dan mirip kulit serta berfungsi melindungi pasangan sayap kedua, atau sayap dalam, dan abdomennya. Sayap bawah kumbang itu tipis seperti selaput dan ketika tidak dipakai, maka akan terlipat dan terbungkus di dalam elytra. Bantuan elytra untuk terbang sangat sedikit sekali.
Semua kumbang memiliki elytra atau runtutan elytra. Nama ”Celeoptera”, berarti “sayap berupih”, berasal dari susunan sayap ini. Serangga lain yang berupih sayap hanyalah tempiris, serta sejumlah belalang dan Homoptera. Namun, upih mereka tidak benar-benar teguh dan mirip kulit seperti upih kumbang.
Toraks kumbang tersusun dari tiga segmen, masing-masing dengan sepasang kaki. Elitranya melekat pada puncak segmen tengah dan melindugi segmen tengah itu, segmen punggung, dan sebagian atau seluruh abdomennya. Puncak segmen dada depan – yaitu protoraks – sama kerasnya dan mirip dengan kulit elytra. Pada beberapa jenis protoraks itu terpasang sedemikian rapinya terhadap elytra, sehingga saat kumbang beristirahat, punggungnya tampak dalam 1 penggal.

C.     Metamorfosis Kumbang
Kumbang termasuk serangga yang mengalami metamorphosis holometabola. Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

D.    Macam-macam Kumbang
Ada berbagai macam kumbang di dunia ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Kumbang Harimau (Famili Cicindelidae)
Gerak-gerik kumbang harimau aktif sekali dan cepat. Ia dapat lari secepat kecoa. Ia dapat terbang meninggalkan permukaan tanah dengan cepat sekali. Ia mempunyai hiasan dan warna cemerlang, seperti coklat atau biru dan hijau mengkilat, sahingga terlihat cantik dan bagus.
Kumbang harimau merupakan predator kuat. Baik larva maupun dewasa menangkap mangsanya dengan taring besarnya, kemidian memakannya. Ia aktif siang hari dengan melihat gerak-gerik mangsanya dengan mata yang besar dan idah kemudian menagkapnya.
Daur hidup
Telur  diletakkan di seresah daun dan tanaman. Setelah menetas, larvanya membuat lubang di tanah. Kepala larva berbentuk rata sehingga larva dapat menyembunyikan diri di dalam lubang tanah dengan meratakan kepalanya dengan permukaan tanah disekitarnya. Serangga mangsa yang lewat tidak bisa melihatnya. Larva kumbang keluar menangkap mangsa dengan cepat. Bila mangsa mencoba mundur, larva dapat menggunakan kaitnya yang ada di belakang badannya, jadi dia tidak bisa ditarik keluar dari lubangnya sehingga mangsanya tidak dapat melepaskan diri. Larva  menjadi kepompong, kemudian dewasa keluar dari kepompong. Dewasa dapat lari dan terbang dengan cepat.

2.      Kumbang Air
Walaupun kebanyakan kumbang secara tegas merupakan serangga tanah, terdapat beberapa famili yang menjalani sebagian besar atau seluruh kehidupannya dalam kolam dan aliran sungai. Yang termasuk kumbang penyelam adalah, Dytiscidae, adalah famili terbesar kumbang air. Kumbang ini berbentuk bulat terur dan pada umumnya berukuran sedang atau besar. Warnanya kecoklatan atau hitam kehijauan, mempunyai kaki belakang yang kokoh dan panjang, yang dipakai sebagai dayung. Di bawah penutup sayapnya, kumbang air membawa persediaan udara untuk bernapas sambil meraka berburu atau beristiraht di dasar air. Baik kumbang dewasa atupun larvanya memakan dengan rakus semua jenis serangga air, dan bahkan ikan kecil. Kumbang penyelam dewasa kadang-kadang berpindah pada malam hari dalam jumlah besar dari satu empang ke empang lainnya dan berhenti di jalan untk berputar-putar disekeliling lampu jalan.
Jika kita mendekati sebuah empang atau kolam dengan tenang, kita bisa memergoki sekelompok kumbang yang berputar berkeliling pada perukaan air. Jika diusik, kumbang itu dengan cepat akan menyelam ke dasar air. Serangga berwarna gelap yang kecil ini meliputi famili Gyrinidae. Kaki depannya yang ramping dan panjang, dilengkapi alat penangkap mangsa, sedangkan kaki tengah dan kaki belakangnya yang lebar dan pipih, dipakai untuk berenang. Kebiasaan dan makanannya sama dengan Dysticidae.
Kumbang air merupakan hewan bersuara paling keras di muka bumi dibandingkan dengan ukuran badannya. Kalangan ilmuwan dari Prancis dan Skotlandia merekam hewan air Micronecta scholtzi itu "bernyanyi" sampai 99,2 desibel. Tingkat ini sama dengan mendengarkan orkestra yang keras di barisan depan.

3.      Kumbang Tanah (Famili Carabidae)
Banyak jenis kumbang tanah, mulai dari yang kecil (panjangnya 1cm) sampai yang besar (panjagnya 4 cm). Kumbang tanah umumnya predator generalis dan hidup di semak-semak permukaan tanah, bersembunyi di dekat bebatuan. Warna tubuh umumnya berwarna gelap atau metalik.ada juga jenis lain yang berwarna ungu atau perunggu, atau berkilau berwarna warni seperti logam.
Umumnya kumbang tanah ini aktif bergerak dengan  cepat dan jarang terbang. Larvanya mempunyai tubuh elongate dan hidup di sisa-sisa daun atau di tanah dan mempunyai mandibulata yang mengarah ke depan. Kumbang dewasa mampu memotong tubuh mangsanya dengan menggunakan mandibulatanya. Kumbang dewasa umumnya aktif pada malam hari, memangsa serangga yang hidup di permukaan tanah, jarang di temukan naik ke atas tanaman untuk mencari mangsa. Genus Calosoma dikenal sebagai anggota family ini yang naik ke tanaman untuk mencari mangsa, yaitu ulat Lepidoptera, sehingga di kenal sebagai caterpillar hunters.
Daur hidup
Setelah keluar dari telur, larva sangat aktif, mencari mangsa seperti ulat, serangga dan bibatang lainnya pada tanah dan tanaman. Larva berwarna hitam atau coklat. Tubuh larva panjang, sekitar 12 ruas yang mudah dilihat. Kumbang tanah dewasa dapat hidup lebih dari setahun.

4.      Kumbang Kotoran Hewan
Kumbang ini termasuk famili  Scarabaeidae, kumbang ini mempunyai ukuran 1,8-18 cm (¾-7 inci). Jumlah spesies dari kumbang ini ada 20.000 spesies. Ciri-ciri tunggal yang biasanya mereka punya adalah antene yang berujung gada, berdaun, mata besar, protoraks yag besar dan menarik perhatian, serta kaki yang kuat. Kumbang kotoran biasanya bertubuh padat dan berat.
Hewan ini meliputi kumbang terbesar di dunia dan juga beberapa kumbang terkecil. Mereka dapat berwarna apapun, dari hitam kusam sampai corak berkilauan seperti permukaan metalik atau lapis email.

Kumbang kotoran atau scarab menggulung kotoran hewan menjadi bentuk bola-bola. Bola-bola kotoran itu dikubur dan dimakannya di saat senggang. Setelah kawin, kumbang betina meletakkan telur di bagian tengah bola kotoran kotoran tersebut menjadi makanan untuk larva yang baru menetas.

5.      Kumbang Pengebor Kayu
Penampakan
·         Dewasa – panjang 2,5-5mm. Kumbang ini berwarna coklat kemerahan hingga hitam. Mereka memiliki moncong yang panjang, tubuh silindris dan kaki pendek.
·         Larva berwarna putih susu berbentuk C, berkerut dan tidak berkaki.
Daur Hidup
·         Telur dikeluarkan satu per satu oleh betina, khususnya dalam lubang yang dipindahkan. Mereka mengkilap, putih, lentur serta rata di satu ujungnya, dan menetas dalam 16 hari.
·         Larva tersimpan dalam terowongan pada kayu antara enam bulan dan satu tahun. Mereka menjadi kepompong di dekat permukaan dlam dua hingga tiga minggu.
·         Menjadi dewasa di musim panas dengan mengebor jalan keluar untuk meninggalkan lubang. Kumbang dewasa dapat hidup lebih dari satu tahun.
Kebiasaan
Kerusakan berhubungan dengan kayu yang lembab dan membusuk, terutama kayu yang sudah membusuk akibat jamur cellar. Pengerumunan dapat tersebar ke kayu sehat yang berdekatan.

6.      Kumbang Daun
Kumbang daun secara umum mempunyai ukuran kuang dari 15mm. Semua kumbang mempunyai metamorfosis sempurna sehingga larva kumbang berbeda dengan imagonya. Pada beberapa spesies, larva mempunyai bentuk elongate dan makan bagian luar tanaman. Beberapa spesies makan sambil membuat liang gerekan pada batang dan akar. Kumbang daun mempunyai alat mulut tipe pengunyah, baik pada larva maupun imagonya.
Meskipun mempunyai metamorfosis sempurna dan dapat makan berbagai jenis makanan, tetapi antara larva dan imagonya dalam satu spesies memakan jenis makanan yang sama. Pada beberapa spesies, larva dan imago memakan bagian tanaman yang berbeda. Kesamaan makanan antara larva dan imago dari kumbang daun ini menunjukkan tingkat efektivitas kumbang daun ini.

7.      Kunang-kunang (Famili Lampyridae)
Kunang-kunang mempunyai bentuk tubuh memajang yang lunak, pronotumnya meluas kea rah depan di atas kepala sehingga kepala nampak dilihat dari atas. Matanya tersembunyi (tidak tampak) bila dilihat dari atas. Abdomen terdiri atas 7 atau 8 ruas ventral yang jelas. Antenna dan warna bermacam-macam. Ruas dekat akhir abdomen menghasilkan cahaya; ruas yang bercahaya dapat diketahui saat ruas tidak bercahaya, yaitu dengan melihat warnanya yang hijau kekuningan.
Kunang-kunang dapat dijumpai di pertanaman dalam areal yang luas. Banyak muncul sore hari saat musim kemarau dengan mengeluarkan warna hijau kekuningan. Siang hari ditemukan di pertanaman. Larva bersifat predator dan memakan berbagai serangga kecil.

8.      Kumbang Kulit
Setiap orang membenci kumbang kulit, atau Dermestidae (pemakan kulit), dan ini memang beralasan. Kumbang ini gemar memakan setiap produk hewan yang telah diproses manusia untuk kepentingan manusia. Kulit bulu hewan dan unggas, pakaian dari bulu domba, lemak babi, daging babi dan keju, tepung dan tepung kasar, serangga yang dikeringkan, burung dan hewan yang diawetkan di museum-semua produk ini merupakan makanan bagi salah satu atau beberapa jenis dermestida.
Banyak di antara hama ini ukuran tubuhnya sangat kecil, berukuran 6 mm atau kurang. Hama yang lebih besar dapat mencapai panjang 13 mm. mereka biasanya berbentuk bulat telur, gemuk dan berwarna gelap. Mereka sebagian menuup dengan bulu roma dalam warna yang lebih terang atau dengan sisik yang hilang tergosok. Pada umumnya, dermestida mamakan kulit hewan dan hewan mati sehingga mereka disebut kumbang kulit.
Larva dermestida kecil dan berwarna kecoklatan, tertutup dengan banyak bulu dan bulu kejur hitam. Mereka dapat bergerak dengan sangat cepat. Jika kita mengamati larva ini secara teliti, kita dapat melihat bahwa larva itu mengerjakan hal-hal yang aneh-yaitu berlari jarak dekat, berhenti, menggetarkan bulunya dengan cepat, dan mulai berlari lagi. Larva ini yang lebih bersifat merusak dibandingkan dengan bentuk dewasanya, melahap dengan rakus setiap makanan yang tersedia. Akan tetapi, merekapun dapat hidup lama tanpa memakan apapun.

9.      Kumbang Badak Jepang
Kumbang badak jepang (Trypoxylus dichotomus) adalah salah satu spesies kumbang badak dari genus Trypoxylus keluarga Scarabaeidae. Serangga ini berasal Jepang, Korea, Taiwan, dan Cina. Orang Jepang menyebutnya kabutomushi (カブトムシ serangga kabuto?) karena imago jantan memiliki sebuah antena berbentuk seperti tanduk di bagian kepala seperti halnya kabuto. Dalam bahasa Inggris, kumbang ini disebut rhinoceros beetle (kumbang badak) karena antena yang dikatakan mirip tanduk badak.
Stadium imago berlangsung pada musim panas. Anak-anak Jepang senang bermain dengan imago serangga ini. Dua ekor kumbang badak jepang jantan diadu bergulat sumo hingga salah satunya terlontar, terdorong, atau melarikan diri dari arena. Di Jepang, kumbang ini ditangkap atau dibeli untuk dipelihara sebagai hewan timangan atau diternakkan. Kumbang badak betina berharga murah karena tidak memiliki antena.
Morfologi
Panjang tubuh jantan 30-54 mm (tidak termasuk tanduk), panjang tubuh betina 30-52 mm. Dulunya kumbang ini merupakan serangga terbesar di Jepang sebelum ditemukannya Cheirotonus jambar di Pulau Okinawa. Selain sebuah antena di bagian kepala, imago jantan memiliki satu antena pendek di bagian dada yang sebenarnya adalah sebagian dari eksoskeleton yang mencuat ke luar. Kegunaannya sebagai senjata ketika berkelahi memperebutkan pakan dan betina. Panjang antena bervariasi bergantung besar ukuran tubuh. Keadaan pakan dalam stadium larva memengaruhi ukuran tubuh stadium dewasa.
Kumbang badak jepang giat di permukaan dahan yang vertikal dari pohon berkayu keras. Ujung cakar pengait dipakai untuk menempel di permukaan kulit kayu. Ketika berkelahi, kumbang ini menggunakan prinsip pengungkit hingga lawan terlontar akibat cakar pengait lawan terlepas dari kulit kayu. Lawan yang kalah tidak berusaha dikejar. Dalam perkelahian kumbang badak jepang tidak ada saling bunuh atau melukai.
Metamorfosis
Kumbang badak jepang menjalani metamorfosis sempurna: telur, larva, kepompong, dan imago. Larva mengalami tiga instar dan berganti kulit dua kali.
 Jenis
·         Trypoxylus dichotomus septentrionalis Kono, 1931
·         Trypoxylus dichotomus takarai Kusui, 1976
Pulau Okinawa
·         Trypoxylus dichotomus inchachina Kusui, 1976
·         Trypoxylus dichotomus tuchiyai Nagai, 2006
·         Trypoxylus dichotomus tunobosonis Kono, 1931
Taiwan
·         Trypoxylus dichotomus politus Prell, 1934
·         Trypoxylus kanamorii Nagai, 2006

10.  Kumbang Moncong
Kumbang moncong termasuk famili curculionidae. Kata curculionidae berasal dari bahasa Latin, yaitu curculio yang artinya kumbang yang mulutnya panjang (moncong). Semua jenis kumbang yang mulutnya panjang disebut kumbang bermoncong. Jenis kumbang ini ada yang berukuran kecil dan ada pula yang berukuran besar. Kepalanya memanjang dengan moncong yang dapat berubah-ubah panjang, lebar dan bentuknya. Umumnya kumbang ini keras dengan warna yang redup dan mengkilap. Tekstur badannya ada yang halus, berkeru-kerut, beralur, bertitik-titik, bersisik, atau berambut. Bentuknya ada yang oval memanjang atau silindris dan biasanya seperti semut.
 Larvanya besar, melengkung, serta tidak berkaki. Badannya ada yag halus dan ada yang berkerut. Dewasa maupun larvannya memakan tanaman. Ada yang memakan akar, batang, daun, buah dan biji. Pupanya dibungkus dengan kepompong yang terbuat dari serat-serat tanaman inang atau sutra yang dikeluarkan dari anus. Daur hidupnya ada 4-6 bulan, tetapi ada juga yang mencapai beberapa tahun.
Telurnya biasanya disisipkan dalam jaringan taaman. Mula-mula yang betina membuat lubang dengan moncongnya, kemudian telurnya dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibuatnya itu dengan pygidium yang menyerupai ovipositor (alat untuk meletakkan telur). Famili ini merupakan family terbesar, jumlahnya ± 40.000 jenis spesies.

11.  Kumbang Burung Nyonya (Famili Coccinellidae)
Kata coccinellidae berasal dari bahasa Yunani, yaitu Kokkinos (merah cerah). Disebut demikian karena warna serangga dewasanya sangat cerah. Bentuk kumbangnya setengah bola atau cembung. Bagian permukaan perut (ventral) datar. Kepalanya kecil, sebagian ditarik dalam prothorax atau tertutup di bawah pronotum. Sayap mukanya (elytra) menutup badan. Warna badannya ada yang merah, kuning, coklat, hitam atau kelabu. Ada warna badan yang mengkilap dan ada yang redup, biasanya bercak-bercak. Ada yang menyebut kumbang ini lembing atau ladybird.
Yang termasuk keluarga ini terdiri ± 247 genus dan 3.000 jenis (spesies). Keluarga ini dapat dibagi dalam 4 golongan, yaitu sebagai berikut:
·         Pemakan kutu-kutu daun seperti aphis (karnivora),
·         Pemakan kutu-kutu perisai seperti Aspidiotus destructor pada tanaman kelapa (karnovora),
·         Pemakan bermacam-macam bahan, seperti serangga dan tepung sari (omnivora), dan
·         Pemakan daun (herbivora), yaitu genus Epilachna.

12.  Kumbang Rusa (Famili Lucanidae)
Kumbang rusa, dinamakan demikian karena kumbang ini mempunyai mandibula mirip rusa jantan. Jantannya mempunyai mandibula atau rahang sangat besar. Anggota famili Lucanidae merupakan serangga besar. Para jantan sering berkelahi menggunakan mandibulanya dalm bertarung untuk memperebutkan seekor betina. Kumbang yang lebih besar biasanya menang dengan cara menjungkirbalikkan lawannya. Kumbang yang kalah biasanya kesulitan untuk bangun kembali.
Kumbang rusa jantan raksasa, yang hidup dalam potongan kayu dantunggul yang membusuk, merupakan makhluk luar biasa. Panjang tubuhnya bisa mencapai 7,5 cm. dari kepala di atas tubuh berwarna coklat tua yang berkilat itu menjulur dua mandibula yang sama panjangnya dengan tubuhnya. Antenenya berwarna hitam, bersiku dan berujung sisik kecil. Kaki hitamnya yang kuat bertepi duru-duri pendek. Betinanya lebih kecil daripada jantannya; madibula betinanya pendek dan gemuk.
Seperti semua lukanida, larva kumbang rusapun hidup dalam potongan kayu dan tunggul tua pohon oak,maple dan apel, serta membutuhkan waktu 2 tahun bahkan lebih untuk tumbuh menjadi dewasa.

13.  Kumbang Ketuk
Coleoptera famili Elateridae umumnya disebut click beetles (atau " typical click beetles" untuk membedakannya dari Cerophytidae dan Eucnemidae), elaters, snapping beetles, spring beetles or "skipjacks".  Elateridae merupakan famili kumbang yang cosmopolitan yang ditandai dengan mekanisme “click” yang mereka miliki. Spine pada prosternum dapat disentakkan dengan lekukan yang sesuai pada mesosternum, menghasilkan ceklikan (click) yang keras yang membuatnya melambung ke udara. Ceklikan ini terutama digunakan untuk menghindari predasi (pemangsaan). Terdapat sekitar 9300 spesies yang diketahui (Schneider et al., 2006) dan 965 spesies terdapat di Amerika Utara (Majka & Johnson, 2006).
Deskripsi Singkat:
·         Karakteristik: daerah gular kecil dan tidak jelas, atau hanya diwakili oleh median gular suture.
·         Larva biasa juga disebut “wireworms” dan dikenal sebagai hama pertanian dan pohon.
·         Sebagian besar subterranean (hidup di tanah) dan fitofaga. Beberapa memangsa “white-grubs” dan beberapa jenis hidup pada kayu lapuk dan memangsa larva Xylophagous.
·         Tipe larva elateriform/oligopoda 
·         Habitat: Teresterial (hidup di darat). Dapat ditemukan di bawah kulit batang pohon mati/lapuk.

14.  Kumbang Karion atau Kumbang Pengubur
Anggota famili Silphidae membantu menjaga permukaan bumi tetap bersih dengan mengubur hewan-hewan kecil yang mati. Ketika sepasang kumbang ini menemukan seekor tikus atau ular kecil yang mati betinanya menyimpan telur-telurnya dalam bangkai itu. Kemudian kumbang akan menguburkan bangkai itu 7-10 cm dalam tanah. Ketika larvanya menetas, maka bangkai itu akan dimakan.
Terdapat berbagai jenis kumbang pengubur, salah satu terbesar dan menarik perhatian adalah Nicrophus americanus yang panjangnya mencapai 2-4 cm. Tubuhnya berbentuk lonjong, berwarna hitam berkilau, mempunyai dua bintik kemerah-merahan yang besar pada setiap elytranya. Protoraksnya berbentuk setengah bulat dan berwarna merah; kepalanya hampir sebesar protoraksnya.

15.  Kumbang Gelap
Kumbang gelap atau tenebrionida, termasuk family Tenebrionidae. Kumbang ini kebanyakan terdapat di kawasan gersang. Kumbang ini biasanya merupakan pemakan bangkai nocturnal, yang memakan meteri sayur mayur mati atau busuk. Beberapa jenisnya membinasakan tumbuhan hidup dan kadang-kadang menjadi demikian banyak sehingga dapat menghabiskan vegetasi alam yang langka dan merusakkan tanaman budaya.
Pada umumnya, kumbang gelap berukuran kecil sampai sedang, berwarna hitam dan gemuk. Banyak jenis yag tidak bersayap dan elitranya telah terpadu. Kakinya panjang, tetapi mereka bergerak agak lambat dengan langkah bersendi longgar yang kaku.
Larvanya yang paling panjang dan ramping hidup dalam kayu membusuk dan produk syur-mayur kering. Beberapa jenis yang berasal dari Eropa dan Asia telah mengkhususkan diri hidup dari gandum dan produk gandum. Sekarang kumbang ini tersebar luas di seluruh dunia dan menyebabkan kerusakan. Cacing tepung, Tenebrio molitor, yang menyerang produk gandum, malah telah dijadikan produk komersil khusus; hewan ini dipelihara dalam jumlah besar untuk member makan burung peliharaan.

16.   Kumbang Hercules
Kumbang hercules (Dynastes hercules) adalah yang paling terkenal dan terbesar dari kumbang badak. Hal ini asli hutan hujan Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Lesser Antilles (Clemson University). Status mereka baik pantas, dengan beberapa (sangat jarang) laki-laki mencapai 6,75 inci (170 mm) panjangnya. Ini adalah yang terbesar dari 6 spesies dalam genus Dynastes, dan salah satu yang terbesar dikenal kumbang, yang melebihi panjang dengan hanya dua kumbang lain dalam keluarga Cerambycidae, Macrodontia cervicornis (170-175 mm spesimen diketahui) dan Titanus giganteus (beberapa 180 + mm spesimen diketahui ada).
Namun, jika tanduk dikecualikan, tetes spesies ini sangat jauh di bawah ukuran peringkat. Salah satu alasan untuk hal ini adalah bahwa perkembangan tanduk adalah allometric, serta dimorfik seksual, dan dengan demikian tidak sepenuhnya berkorelasi dengan ukuran tubuh yang sebenarnya, tetapi mungkin bagi perempuan untuk menjadi lebih lama, diukur dari mata ke perut, daripada laki-laki , namun dianggap "kecil" hanya karena tidak adanya tanduk.
Kumbang scarab ini paling terkenal karena toraks dan batok kepala tanduk, yang dapat tumbuh lebih lama daripada tubuh kumbang itu sendiri. Adaptasi ini terutama digunakan selama berkelahi dengan pejantan lain. Ciri spesies ini adalah banyak bintik-bintik hitam kecil di elytra dan bulu tebal di bawah toraks tanduk.
Kumbang Hercules dikatakan menjadi makhluk terkuat di bumi untuk ukurannya, mampu membawa 850 kali berat badan sendiri.Sebagaimana dicatat di atas, Hercules kumbang dimorfik sangat seksual, dengan umumnya perempuan yang bertubuh besar tapi jauh lebih pendek, seperti tanduk mereka tidak sepenuhnya. Tahap larva kumbang Hercules akan berlangsung satu hingga dua tahun, dengan larva tumbuh menjadi 4,5 inci (110 mm) panjang dan berat hingga 120 gram. Sebagian besar kehidupan larva dihabiskan tunneling melalui sumber makanan utama kayu busuk. Setelah periode larva, transformasi menjadi pupa, dan molting, kumbang kemudian muncul sebagai orang dewasa. Dewasa akan menjelajah lantai hutan untuk mencari buah-buahan membusuk.

E.     Interaksi dengan Manusia
Banyak jenis kumbang di dunia ini, ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan.
1.       Kumbang yang Menguntungkan
·         Control biologi (biokontrol) contohnya kumbang totol (Rodolia cardinalis) predator icerya purchase (serangga sisik) hama tanaman jeruk
·         Pemakan bahan organic yang membusuk
·         Bahan maanan (belatung kumbang)
·         Nilai seni
·          Pemakan bangkai ; kumbang bangkai (Silphidae), dan kumbang kulit (Dermistidae dan Troginae)
·         Pemakan tinja ; kumbang Scarabidae dan Histeridae

2.       Kumbang yang Merugikan
·         Kumbang moncong, dapat menyebabkan kerusakan tanaman pertanian yang cukup parah, karena kumbang moncong memakan kuncup dan polong biji tanaman kapas.
·         Kumbang antena panjang (family Cerambycidae), larvanya akan menggali terowongan di dalam kayu untuk makan, dan hal itu menyebabkan kerusakan parah pada pohon dan kayu.
·         Kumbang daun, menyebabkan daun berlubang-lubang, sedangkan larvanya menyebabkan permukaan daun berbentuk seperti jala karena bagian daun di antara tulang daun habis dimakan larva.
·         Kumbang badak, merusak keluarga palmae, tebu, pisang dan pakis haji. Hama ini tersebar dari India bagian Selatan, Sri Lanka, Birma, Muangthai, Semenanjung Malaya, Vietnam, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia, Filipina dan pulau-pulau di Pasifik.
·         Kumbang catut, banyak terdapat di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan lain-lain. Kumbang betina mengebor pucuk kelapa. Kumbang ini sering memakan bagian pelepah daun tengah sehingga daunnya patah. Akibatnya bentuk mahkota daun menjadi jelek. Kumang jantan sering kali terdapat pada mayang (bunga) yang baru saja membuka. Selain menyerang kelapa, hama ini juga menyerang flamboyan, jeruk, akasia, dan tanaman lainnya.
·         Holotrichia helleri Brsk, ada yang menyebut kumbang ini katimumul, puthul atau gambrengan. Uretnya merupakan pengganggu akar padi, jagung, tebu, sorghum, sereh, kacang-kacangan, pisag, singkong, sengkih dan jeruk. Sementara itu, kumbangnya sendiri memakan daun tanaman. Namun kerusakan yang ditimbulkan kumbang tidak begitu terlihat.
·         Holotrichia javana Brsk, kumbang ini terdapat di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. Hama ini banyak merusak tanaman, terutama uretnya. Tanaman yang diserangnya diantaranya kentang, karet, kina, cengkih, jeruk dan singkong.
·         Cylas formicarius F., sering disebut hama boleng atau hama bongkeng. Kumbang ini bayak merusak umbi ubi jalar dengan cara masuk dalam umbi dan memakan bagian kulitnya. Umbi yang telah diserangnya akan timbul bau yang tidak enak.
·         Kumbang kulit, kumbang ini gemar memakan setiap produk hewan yang telah diproses manusia untuk kepentingan manusia. Kulit bulu hewan dan unggas, pakaian dari bulu domba, lemak babi, daging babi dan keju, tepung dan tepung kasar, serangga yang dikeringkan, burung dan hewan yang diawetkan di museum-semua produk ini merupakan makanan bagi salah satu atau beberapa jenis dermestida.
·         Kumbang beras (atau lebih dikenal awam sebagai kutu beras) adalah nama umum bagi sekelompok serangga kecil anggota marga Tenebrio dan Tribolium (ordo Coleoptera) yang dikenal gemar menghuni biji-bijian/serealia yang disimpan. Kumbang beras adalah hama gudang yang sangat merugikan dan sulit dikendalikan bila telah menyerang dan tidak hanya menyerang gabah/beras tetapi juga bulir jagung, berbagai jenis gandum, jewawut, sorgum, serta biji kacang-kacangan. Larvanya bersarang di dalam bulir/biji, sedangkan imagonya memakan tepung yang ada.

Daftar Pustaka

·         B. Sarwono. 2002. Enghasilkan Anggrek Potong Kualitas Prima. Depok : PT AgroMedia Pustaka
·         Hari Purnomo. 2010. Pengantar Pengendalian Hayati. Yogyakarta : CV. Andi : Erlangga
·         John C. Pallister. 1997. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 6 . Grolier Internasional, Inc. Diedarkan khusus oleh PT Widyadara
·         Pracaya. 2007. Hama dan Penyakit Tanaman Edisi Revisi. Depok : Penebar Swadaya
·         Setijo Pitojo. Ceplukan Herba Berkhasiat Obat. Yogyakarta : Kanisius
·         Steve Setford. 2005. Intisari ilmu Hewan Merayap. Terjemahan Hindrina Prdhana Sari. Jakarta : Erlangga
·         Sumiyati Sa’adah. 2010. Materi Pokok Zoologi Invertebrata. Bandung : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar