Jumat, 08 Maret 2013

Antum : laporan praktikum jaringan pembuluh


JARINGAN PEMBULUH

1.     Tujuan
Ø  Mempelajari jaringan xylem dan floem pada Angiospermae (monokotil dan dikotil)
Ø  Mempelajari susunan kayu pada Gymnospermae
Ø  Mengidentifikasi struktur sel trakeid, noktah berhalaman, noktah telur, jaringan-jaringan empulur
Ø  Mempelajari struktur batang monokotil melalui pengamatan pada preparat melintang  batang jagung
Ø  Mempelajari pertumbuhan sekunder pada batang monokotil melalaui pengamatan pada preparat melintang batang Cordyline
Ø  Mempelajari struktur primer batang dikotil melalui pengamatan pada preparat melintang batang Helianthus atau dikotil lainnya.
Ø  Mempelajari pertumbuhan sekunder pada batang dikotil
Ø  Mempelajari pembentukan dilatasi jari-jari empulur pada Tilia sebagai tanggapan pada pertumbuhan sekunder
Ø  Mempelajari struktur meristem apeks batang dan mengidentifikasi jaringan-jaringan derivate meristem yang terdapat pada apeks pucuk Coleus
Ø  Mempelajari jalan daun dan celah daun pada tumbuhan dikotil
Ø  Megamati struktur batang Cucurbita dan mempelajari tipe ikatan pembuluh bikolateral pada batang Cucurbita
Ø  Mempelajari struktur lentisel dan mengidentifikasi jaringan sel-sel yang membentuk lentisel
Ø  Mempelajari pola pertumbuhan sekunder anomaly yang terjadi pada tumbuhan Amaranthus dan Passiflora atau Aristolochia

2.     Pendahuluan
Pada tumbuhan berpembuluh, pengangkutan air serta garam tanah maupun hasil fotosintesis dilakukan oleh jaringan pembuluh yang terdiri dari dua kelompok sel yang asalnya sama, namun berbeda bentuk, struktur dinding, serta isi selnya. Kedua kelompok sel itu adalah; xylem yang berfungsi mengangkut air dari tanah serta zat yang terlarut di dalamnya, dan floem yang berfungsi mengangkut zat makanan hasil fotosintesis.
Baik kelompok sel xylem maupun kelompok sel floem membentuk berkas atau untai dalam tubuh tumbuhan dan biasanya sejajar dengan sumbu organ yag menjadi tempatnya. Pada batang, berkas xylem umunya bergabung dengan berkas floem dalam satu ikatan berkas pembuluh. Kombinasi xilemdan floem ini membentuk system jaringan pembuluh yang berkesinambungan di seluruh tubuh tumbuhan, termasuk semua cabang batang dan akar.
a.      Pembuluh Xilem
Xilem merupakan salah satu dari dua kelompok utama jaringan pembuluh yang dimiliki oleh tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta). Pembuluh xylem berfungsi menyalurkan zat bahan fotosintesis dari akar ke daun. Pembuluh xylem merupakan saluran utama bagi transportasi air beserta semua substansi yang terlarut di dalamnya dari akar (dan juga bagian tubuh tumbuhan lain yang menyerap air) menuju bagian lain tumbuhan, terutama daun.
Pergerakan air pada xilem bersifat pasif karena xilem tersusun dari sel-sel mati yang mengayu (mengalami lignifikasi), sehingga xilem tidak berperan dalam proses ini. Faktor penggerak utama adalah transpirasi. Faktor pembantu lainnya adalah tekanan akar akibat perbedaan potensial air di dalam jaringan akar dengan di ruang tanah sekitar perakaran. Gaya kapilaritas hanya membantu mendorong air mencapai ketinggian tertentu, tetapi tidak membantu pergerakan.
Sel-sel xilem memiliki beberapa tipe, yaitu trakea (tidak dimiliki oleh tumbuhan paku dan tumbuhan berbiji terbuka), trakeida, dan serabut trakeida. Sel-sel xilem tidak memiliki protoplasma. Pada sistem pembuluh kayu ditemukan pula parenkima kayu, yang mengisi ruang-ruang kosong di antara pembuluh dan membantu melekatkan pembuluh-pembuluh tersebut.
Trakea dapat dikatakan pembuluh yang sebenarnya. Ia adalah sekumpulan sel-sel yang dinding sel lateralnya mengalami penebalan oleh lignin (zat kayu) sedangkan bagian ujung atas dan bawahnya mengalami perforasi (pelubangan) sehingga berhubungan dengan sel-sel sejenis di atas dan bawahnya membentuk pipa kapiler memanjang. Trakeida berukuran lebih kecil daripada trakea, bentuknya juga memanjang dan juga mengalami penebalan pada dinding lateralnya. Ujung-ujungnya tidak berperforasi sehingga pergerakan air seakan-akan melalui katup-katup. Dinding selnya banyak memiliki noktah-noktah. Serabut trakeida mirip dengan trakeida namun memiliki dinding sel yang lebih tebal sehingga lumennya (ruang dalam dinding sel) sempit; selnya lebih memanjang.
Xylem membawa air dari dalam tanah ke seluruh ke organ tumbuhan dan di jadikan sebagai energi untuk berfotosintesis.
b.      Pembuluh Floem
Jaringan floem merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari beberapa unsur, yaitu:
Ø  Pembuluh tapis, terdiri dari sel-sel yang berderet dalam satu deretan yang memanjang sejajar sumbu tubuh tumbuhan. Hubungan antara satu sel dengan sel lainnya dilakukan melalui papan tapis pada dinding melintang atau bidang tapisan pada dinding lateralnya. Dinamaka tapisan karena terdiri dari sekelompok lubang-lubang seperti saringan yang membatasi dua sel yang berdampingan dan dihubungkan oleh benang-benang plasma. Pembuluh tapis masih mempunyai protoplas tapi tidak mempunyai inti.
Ø  Sel pengantar, yaitu sel parenkim yag mengiringi pembuluh tapis, terdapat pada Angiospremae. Sel pengantar memiliki inti dan protoplas yang lebih pekat. Ukurannya lebih kecil dari pembuluh tapis.
Ø  Parenkim floem, terdiri atas sel-sel hidup, biasanya berisi cadangan makanan atau Kristal-kristal.
Ø  Serat floem atau sklereid, seringkali terdapat dalam jaringan floem. Sel-sel tesebut befungsi sebagai penguat dan dinding selnya seringkali berlignin.

3.     Cara Kerja
a.      Alat dan Bahan
No
Alat
 Bahan
1
Mikroskop
Batang bayam muda dan tua
2
Kaca Spesimen
Cemara laut
3
Pipet Tetes
Preparat awertan Cucurbita
4
Silet
Preparat awetan Zea mays
5
Buku Gambar

6
Alat Tulis

7
Pinsil Warna

8
Kaca Penutup


b.      Cara Kerja
Kegiatan I
Pengamatan pada preparat sayatan melintang Zea mays (monokotil)
1.      Amati preparat awetan sayatan melintang batag Zea mays dengan mikroskop pada pembesaran rendah maupun tinggi. Perhatikan hal-hal berikut :
a.       Bagian protoxilem dan metaxilem
b.      Sel-sel pembuluh kayu (trachea) yang berupa pembuluh jala (besar), pembuluh cincin (sedang), dan pembuluh spiral (kecil)
c.       Jaringan floem dengan sel-sel pembuluh tapis dan sel-sel penguatnya
d.      Sel-sel seludang sklerenkim di dekat loem atau mengelilngi berkas pembuluh.
Rongga rexigen merupakan retakan akibat membesarnya ikatan pembuluh.
2.      Lengkapi gambar yang telah tersedia pada bidang gambar. Lakukan tugas sebagai berikut:
a.       Nyatakan penebalan dinding sel trachea dan garis rangkap.
b.      Gambarlah sel-sel epidermis dan jaringan floem.
c.       Warnai sesui warna yang tampak pada preparat
d.      Lengkapi keterangan gambarnya.
Kegiatan 2
Pengamatan pada preparat sayatan melintang batang bayam muda (Amaranthus sp)
1.      Buatlah sayatan penampang melintang batang bayam muda (Amaranthus sp), buat beberapa sayatan setipis mungkin.
2.      Letakkan sayatan tersebut pada setetes reagen diatas kaca objek ,kemudian tutup dengan kaca penutup.
3.      Amati preparat segar yang telah anda buat dengan mikroskop pada pembesaran rendah maupun tinggi. Perhatikan hal-hal berikut:
a.       Letak berkas pembuluh
b.      Xilem dan floem dengan komponen-komponennya, yaitu trachea, parenkim xilem, sklerenkim,sel pembuluh tapis, sel pengantar, dan lain-lain.
c.       Struktur sel-sel cambium
d.      Kambium fasikular dan kambium interfasikular
e.       Buatlah gambar penampang melintang batang tersebut dan buatlah gambar detail satu ikatan pembuluh. Perhatikan hal-hal pada poin 3.
Kegiatan 3
Pengamatan pada preparat sayatan melintang batang bayam tua (Amaranthus sp)
1.      Buatlah sayantan penampang melintang batang bayam tua (Amaranthus sp), buat beberapa sayatan setipis mungkin.
2.      Letakkan sayatan tersebut pada setetes reagen diatas kaca objek ,kemudian tutup dengan kaca penutup.
3.      Amati preparat segar yang telah anda buat dengan mikroskop pada pembesaran rendah maupun tinggi. Perhatikan hal-hal berikut:
a.        Letak xilem primer dan xilem sekunder
b.      Letak floem primer dan floem
c.       Kambium fasikular dan kambium interfasikular
4.      Buatlah gambar penampang melintang batang tersebut dan buatlah gambar detail satu ikatan pembuluh. Perhatikan hal-hal pada poin 3.
Kegiatan 4
Pengamatan jaringan xilem pada penampang melintang kayu Cemara Laut
1.      Buatlah sayatan melintang kayu Cemara Laut setipis mungkin. Kemusian letakkan pada reagen air diatas kaca objek. Tutup dengan kaca penutup dan amati dengan mikroskop
2.      Perhatikan struktur sel-sel trakeid, baik bentuk maupun tebal sel dindingnya
3.      Perhatikan pula dalam tersebut hal-hal sebagai berikut:
a.       Noktah berhalaman. Pada penampang melintang bentuknya seperti ladam, sehingga sering disebut noktah ladam.
b.      Jari-jari empulur, berupa pita abu dan memanjang dari empulur kea rah kulit. Pada jari-jari empulur terdapat sel parenkim yang mengandung butir-butir tepung
c.       Saluran harsa (getah resin)
4.      Gambarlah penampang melintang kayu Cemara Laut Dengan memperhatikan hal-hal seperti ada poin 2 dan 3.
5.      Gambarlah penebalan dinding sel trakeid dan noktah berhalaman dengan garis rangkap
6.      Warnai dan berilah keterangan dengan lengkap
 Kegiatan 5
Pengamatan pada preparat Cucurbitaceace
1.      Amati preparat Cucurbitaceace dengan menggunakan mikroskop pada pembesaran rendah maupun tinggi.
2.      Buatlah gambar penampang melintang batang tersebut dan buatlah gambar detail satu ikatan pembuluh.

4.     Hasil Pengamatan





Keterangan :
Nama Latin : Amaranthus sp
Nama Indonesia : bayam
Nama daerah : Bayem
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 11 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Genus: Amaranthus
Spesies: Amaranthus sp







Keterangan :
Nama Latin : Amaranthus sp
Nama Indonesia : bayam
Nama daerah : Bayem
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 11 April 2012
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Genus: Amaranthus
Spesies: Amaranthus sp





Keterangan :
Nama Latin : Casuarina equisetifolia L
Nama Indonesia : Cemara laut
Nama daerah : cemara laut
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 11 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
 Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
 Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Casuarinales
Famili:
Casuarinaceae
Genus:
Casuarina
Spesies: Casuarina equisetifolia L.





Keterangan :
Nama Latin : Casuarina equisetifolia L
Nama Indonesia : Cemara laut
Nama daerah : cemara laut
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 11 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
 Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
 Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Casuarinales
Famili:
Casuarinaceae
Genus:
Casuarina
Spesies: Casuarina equisetifolia L.





Keterangan :
Nama Latin : Zea mays
Nama Indonesia : Jagung
Nama daerah : Jagong
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan ; 11 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Zea
Spesies: Zea mays L.




Keterangan :
Nama Latin : Cucurbita sp.
Nama Indonesia : Labu
Nama daerah : Waluh
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengaatan : 11 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: -
Sub Kelas: -
Ordo: Cucurbitales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Cucurbita
Spesies:Cucurbita sp.

5.     Pertanyaan dan Jawaban
Pertanyaan
1.      Apakah tipe ikatan pembuluh pada batang jagung?
Jawab : Pada batang jagung, tipe berkas pembuluhnya adalah tipe kolateral tertutup karena antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.

2.      Apakah tipe ikatan pembuluh pada batang Amaranthus?
Jawab : Pada batang bayam (Amaranthus sp), tipe berkas pembuluhnya adalah tipe kolateral terbuka. Karena antara xilem dan floem terdapat kambium.

3.      Apakah yang dimaksud dengan protoxylem dan metaxylem? Dimanakah letak keduanya?
Jawab : Protoxilem berdiferensiasi dalam bagian tubuh (tumbuhan) primer yang belum selesai pertumbuhan dan diferensiasinya. Protoxilem pada batang muda atau pucuk. Metaxilem dibentuk pada tubuh primer yang masih sedang tumbuh, namun menjadi dewasa terutama sesudah pemanjangan sel di bagian tubuh itu sendiri. Metaxilem pada batang dewasa.

4.      Apa fungsi cambium?
Jawab :   Berfungsi : membentuk jari-jari empulur baru dan aktivitas terbatas dari kambium mengakibatkan berkas tersebut terbentuk tiang yang berkayu atau jala berkayu.

5.      Dibangun oleh sel-sel apa saja cambium itu? Sebutkan ciri-ciri sel tersbut?
Jawab : Kambium merupakan meristem lateral karena berada di daerah lateral akar dan batang. Daerah kambium berupa silinder yang berlapis banyak dan pada penampang melintang membentuk cincin yang kontinyu. Pada saat aktif, kambium terdiri dari banyak lapisan sel namun pada saat istirahat hanya ada satu lapisan.

6.      Bagaimanakah pembentukan xylem dan floem primer dan sekunder?
Jawab : pembentukan xilem dan floem primer dan sekunder:
a.       Xilem primer : jaringan pembuluh primer berdiferensiasi ketika tubuh primer dibentuk dan jaringan yang menghasilkannya adalah prokambium.
b.      Xilem sekunder : xilem sekunder terdiri dari protoxilem yang lebih dahulu selesai pembentukannya serta pendewasaannya selesai kemudian kambium pada sejumlah yang besar tumbuhan terdapat jaringan pembuluh menghasilkan pembuluh sekunder, xilem yang dihasilkannya disebut xilem sekunder atau kayu.
c.       Floem primer : floem primer berkembang dari prokambium.
d.      Floem sekunder : floem sekunder berkembang dari kambium pembuluh.
Pertanyaan pengamatan jagung
1.      Apakah penyebaran ikatan pembuluh di bagian tengah dan tepi batang berbeda? Jelaskan berdasarkan hasil pengamatan anda!
Jawab :  Berbeda letak ikatan pembuluh tersebar dan tidak teratur pada bagian tepi batang ikatan pembuluh lebih banyak dan lebih rapat dibandingkan dengan bagian tengah batang sehingga korteks dan stele tidak dapat dibedakan dan bertipe kolateral

2.      Di bagian mana saja anda menemukan sklerenkim? Apa fungsi sklerenkim tersebut?
Jawab : Sklerenkim ditemukan disekeliling ikatan pembuluh baik xylem maupunfloem sklerenkim disisi berfungsi sebagai pelindung dan memiliki sifatelastis selain itu sklerenkim terdapat dibawah epidermis.

3.      Apakah anda dapat menemukan bagian korteks? Bila ada jelaskan cirri-cirinya?
Jawab : Ada, ditemukan akan tetapi karena bagian tepi ikatan pembuluhnya banyak dan lebih rapat sehingga antara korteks dan stele tidak dapatdibedakan

4.      Apakah anda menemukan parenkim interfesikuler? Bila ada, bagaimana keadaannya?
Jawab  : Ya, letaknya berada diantara jaringan / ikatan pembuluh.

5.      Dari hasil pengamatan anda, buatlah satu uraian singkat tentang batang jagung sehingga dapat menggambarkan pola umum batang monokotil!
Jawab : Bagian luar batang jagung ditutupi oleh epidermis yang ditutupi stomata,sklerenkim berada dibawah epidermis dan disetiap keliling ikatan pembuluh. Sklerenkim berfungsi sebagai pelindung pada ikatan pembuluhdan penyokong pada umumnya, korteks dan stele tidak dapat dibedakankarena pada batang bagian tepi ikatan pembuluhnya lebih banyak danrapat. Ikatan pembuluhnya adalah kolateral tertutup.

6.     Kesimpulan
Pada tumbuhan berpembuluh, pengangkutan air serta garam tanah maupun hasil fotosintesis dilakukan oleh jaringan pembuluh yang terdiri dari dua kelompok sel yang asalnya sama, namun berbeda bentuk, struktur dinding, serta isi selnya. Kedua kelompok sel itu adalah; xylem yang berfungsi mengangkut air dari tanah serta zat yang terlarut di dalamnya, dan floem yang berfungsi mengangkut zat makanan hasil fotosintesis.

7.     Daftar Pustaka
Hidayat, B. Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbji. ITB; bandung
Tim Dosen. 2010. Buku Petunjuk Praktikum Anatomi Tumbuhan. Bandung: Pendidikan. Biologi Fak. Tarbiyah Dan Keguruan UIN SGD Bandung.
Tri Wahyu Agustina. 2010. Materi Pokok Ajar Anatomi Tumbuhan. Bandung: Pendidikan Biologi Fak. Tarbiyah Dan Keguruan UIN SGD Bandung
http://tedbio.multiply.com/journal/item/14/Struktur_Tumbuhan_
www.google.com
www.plantamor.com


AKAR

1.     Tujuan
Ø  Mempelajari struktur umum monokotil
Ø  Mempelajari struktur umum akar dikotil muda dan dewasa

2.     Pendahuluan
Akar merupakan bagian bawah sumbu tumbuhan dan biasanya tumbuh di dalam tanah, namun ada juga yang di udara, misalnya anggrek. Pada embrio tumbuhan Spermatophyta akarbprimer terbentuk dari meristem apeks. Pada dikotil dan Gymnospermae, akar primer beserta akar lateralnya bercabang-cabang membentuk system akar tunggang. Pada system akar yang lain, pembentukan akar primer berlangsung singkat dan system akar selanjutnya dibentuk oleh akar adventif yang tumbuh di pangkal batang. System akar seperti itu dinamakan akar serabut dan khas pada monokotil.
a.      Fungsi Akar
Adapun fungsi dari akar anatara lain adalah sebagai berikut :
Ø  Mengkokohkan tegaknya tumbuhan
Ø  Menyerap air dan garam mineral serta mengalirkannya ke batang dan daun
Ø  Menyimpan cadangan makanan
Ø  Pada tanaman mangrove, akar berfungsi sebagai pnematofora yang muncul ke atas permukaan lumpur
Ø  Pada parasit, akar membentuk haustoria sebagai jembatan nutrisi dari inang ke parasit
Ø  Akar dapat juga sebagai tempat memproduksi hormone, misalnya sitokinin dan senyawa metabolit sekunder tumbuhan, misalnya nikotin.
b.      Susunan Jaringan Primer Pada Akar
Susunan jaringan primer pada akar berturut-turut dari luar ke dalam adalah epidermis (system jaringan dermal), korteks (system jaringan dasar), dan silinder pembuluh (system jaringan pembuluh). Struktur lain yang termasuk kedalam jaringan primer akar adalah tudung akar.
Ø  Epidermis
Sel epidermis akar berdinding tipis dan biasanya tanpa kutikula. Namun, kadang-kadang dinding sel paling luar berkutikula. Tebal epidermis biasanya satu lapisan sel, namun pada akar udara Orchidaceae dan Araceae epifit di daerah tropika, epidermis berlapis banyak dan terspesialisasi membentuk velamen.
Ciri khas akar adalah adanya rambut akar yang teradaptasi menyarap air dan garam tanah. Rambut akar adalah sel epidermis yang memanjang ke luar, tegak lurus permukaan akar, dan berbentuk tabung. Sel tersebut biasanya terdaupat dekat di belakang apeks akar sepanjang satu sampai beberapa cm. Di bagian akar yang lebih dewasa, rambut akar mati dan mengering. Adanya rambut akar akan menambah luas permukaan penyerapan. Pada sejumlah tumbuhan, seluruh sel epidermis dapat membentuk rambut akar, namun pada tumbuhan lain, sel khusus yang berbeda sitologinya, yakni trikoblas, dapat berkembang menjadi rambut akar. Beberapa tumbuhan basah, terutama tanaman air seperti Eichornia dan Pistia, tidak memilikinya.
Pada beberapa genera, sel epidermis akar muda dan rambut akarnya mensekresikan lendir, membentuk lapisan lendir. Pada tumbuhan darat, lendir tersebut ternyata dihuni oleh bakteri. Stomata dapat ditemukan pada akar kecambah, seperti pada Pisium arvense.
Ø  Korteks
Korteks terdiri atas beberapa lapis sel yang berdinding tipis, tidak rapat, terdapat ruag antar sel untuk pertukaran gas. Pada beberapa tumbuhan air, sel-sel korteks tersusun teratur banyak dijumpai ruang-ruang udara, dan parenkim disebut Aerenkim. Sel-sel korteks sering mengandung zat tepung terkadang Kristal. Sklerenkim biasanya terdapat pada akar tumbuhan monokotil. Lapisan terdalam korteks terdiferensiasi menjadi endodermis, sedangkan satu atau beberapa lapisan terluar dapat terdiferensiasi menjadi eksodermis/ hypodermis. Eksodermis dapat menjadi lapisan proteksi terluar, apabila lapisan epidermis rusak pada tumbuhan Poaceae/Graminae, Aracaceae dan Cypraceae. Eksodermis tersusun atas jaringan sklerenkim
Endodermis merupakan batas terdapat lapisan korteks yang mengalami penebalan dari lignin dan suberin. Air dan garam mineral masuk ke dalam silinder pusat melalui sel peresap yaitu endodermis yang tidak mengalami penebalan pada dindingnya atau melalui plasmodesmata.
Pada sel endodermis yang muda dijumpai adanya penebalan dinding suberin berbentuk pita, mengelilingi radial disebut pita Caspary. Di daerah penyerapan pada akar, dinding sel endodermis memiliki pita-pita suberin yang mengelilingi dinding radial dan melintag sel-sel tersebut, disebut pita Caspary. Fungsi pita Caspary adalah mengendalikan pergerakan larutan (air dan mineral) dari daerah korteks yang menuju silinder pusat.

Ø  Silinder Pembuluh
Silinder pembuluh terdiri dari jaringan pembulh dengan stu atau beberapa lapisan sel disebelah luarnya, yaitu perisikel.
Jika bagian tengah tidak ditempati jaringan pembuluh, maka jaringan itu diisi oleh parenkim empulur. Di bagian dalam perisikel langsung berbatasan dengan protofloem dan protoxilem. Parisikel dapat mempertahankan sifat meristematiknya. Di dalamnya terbentuk akar lateral, falogen, dan sebagian dari cambium pembuluh. Pada akar, xylem tersusun dalam sejumlah berkas yang terpisah dan letaknya bergantian dengan berkas floem. Semua berkas, yakni xylem dan floem, tersusun dalam lingkaran. Bila jumlah berkas tidak banyak, maka sering xylem bersatu di bagian tengah akar sehingga akar tidak berempulur. Sesuai dengan jumlah berkas xylem di tepi, maka akar dinamakan diark  bila terdapat dua berkas xylem, triark jika jumlahnya tiga berkas, tetark bila jumahnya empat dan seterusnya. Pada akar pentark, bagian tengah tidak terisi oleh metaxilem, melainkan parenkim empulur. Metaxilem terdapat di tepi dibagian dalam protoxilem.
Ø  Tudung Akar
Tudung akar terdapat di ujung akar, berfungsi melindungi promeristem akar dan membantu penembusan tanah oleh akar. Terdiri atas sel hidup yang sering mengandung pati. Sel tudung akar mensekresikan lender yang terdiri atas polisakarida. Tudung akar dianggp mengendalikan geotropi akar.
Tudung akar berkembang terus menerus, sel paling luar mati terpisah dari yang lain dan hancur, kemudian diganti oleh sel baru yang dibentuk oleh pemula. Tudung akar terdapat pada hamper semua tumbuhan kecuali pada beberapa parasit dan mikoriza.

3.     Langkah Kerja
a.      Alat dan Bahan
No
Alat
 Bahan
1
Mikroskop
Akar Vigna sinensis
2
Kaca Spesimen
Akar Zea mays
3
Pipet Tetes
Preparat awetan Zea mays
4
Silet
Akar Phalaenopsis amabilis
5
Buku Gambar
Preparat awetan Helianthus muda
6
Alat Tulis
Preparat Awetan Helianthus tua
7
Pinsil Warna
Preparat awetan Allium
8
Kaca Penutup
Preparat awertan Cucurbita

b.      Langkah Kerja
Kegiatan 11.1
1.      Amati preparat melintang akar Zea mays (preparat awetan) menggunakan mikroskop dengan pembesaran kecil.
2.      Amati struktur dan letak dari setiap jaringan yang menyusun akar, lalu buatlah sketsa pola umum akar Zea mays.
3.      Dengan pembesaran tinggi, amati secara teliti satu sector sayatan akar, meliputi epidermis, bagian korteks, perisikel, floem, xylem dan empulur. Pada gambar terlampir, nyatakan penebalan dinding endodermis, gambar sel floem dan warnai setiap jaringan preparat. Lengkapi keterangan gambar.
Kegiatan 11.2
1.      Amati preparat melintang akar Zea mays (preparat segar) menggunakan mikroskop dengan pembesaran kecil.
2.      Amati struktur dan letak dari setiap jaringan yang menyusun akar, lalu buatlah sketsa pola umum akar Zea mays.
3.      Dengan pembesaran tinggi, amati secara teliti satu sector sayatan akar, meliputi epidermis, bagian korteks, perisikel, floem, xylem dan empulur. Pada gambar terlampir, nyatakan penebalan dinding endodermis, gambar sel floem dan warnai setiap jaringan preparat. Lengkapi keterangan gambar.


Kegiatan 11.3
1.      Amati preparat melintang akar Zea mays (preparat segar) menggunakan mikroskop dengan pembesaran kecil.
2.      Amati struktur dan letak dari setiap jaringan yang menyusun akar, lalu buatlah sketsa pola umum akar Zea mays.
3.      Dengan pembesaran tinggi, amati secara teliti satu sector sayatan akar, meliputi epidermis, bagian korteks, perisikel, floem, xylem dan empulur. Pada gambar terlampir, nyatakan penebalan dinding endodermis, gambar sel floem dan warnai setiap jaringan preparat. Lengkapi keterangan gambar.
Kegiatan 11.4
1.      Amati preparat melintang akar Helianthus muda (preparat awetan) menggunakan mikroskop dengan pembesaran kecil.
2.      Amati struktur dan letak dari setiap jaringan yang menyusun akar, lalu buatlah sketsa pola umum akar Helianthus muda.
3.      Dengan pembesaran tinggi, amati secara teliti satu sector sayatan akar, meliputi epidermis, korteks, endodermis, perisikel, floem sekunder, cambium fasikuler, cambium interfasikuler, protoxilem dan metaxilem, empulur, serta jari-jari empulur. Warnai setiap jaringan sesui preparat dan lengkapi dengan keterangan gambar.
Kegiatan 11.5
1.      Amati preparat melintang akar Helianthus tua (preparat awetan) menggunakan mikroskop dengan pembesaran kecil.
2.      Amati struktur dan letak dari setiap jaringan yang menyusun akar, lalu buatlah sketsa pola umum akar Helianthus tua.
3.      Dengan pembesaran tinggi, amati secara teliti satu sector sayatan akar, meliputi epidermis, korteks, endodermis, perisikel, floem sekunder, cambium fasikuler, cambium interfasikuler, protoxilem dan metaxilem, empulur, serta jari-jari empulur. Warnai setiap jaringan sesui preparat dan lengkapi dengan keterangan gambar.


Kegiatan 11.6
1.      Amati preparat melintang akar Allium sp (preparat awetan) menggunakan mikroskop dengan pembesaran kecil.
2.      Amati struktur dan letak dari setiap jaringan yang menyusun akar, lalu buatlah sketsa pola umum akar Allium sp.
3.      Dengan pembesaran tinggi, amati secara teliti satu sector sayatan akar, meliputi parenkim korteks .

4.     Hasil Pengamatan







Keterangan :
Nama Latin : Vigna sinensis
Nama Indonesia : Kacang Panjang
Nama daerah : Kacang Panjang
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 18 April 2012

Klasifikasi :
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili:
Fabaceae
Genus:
Vigna
Spesies: Vigna sinensis






 


Keterangan :
Nama Latin : Phalaenopsis amabilis
Nama Indonesia : Anggrek Bulan
Nama daerah : Anggrek Bulan
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 18 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili:
Orchidaceae
Genus:
Phalaenopsis
Spesies: Phalaenopsis amabilis







Keterangan :
Nama Latin : Zea mays L.
Nama Indonesia : Jagung
Nama daerah : Jagong
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 18 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili:
Poaceae
 Genus: Zea
Spesies: Zea mays L.







Keterangan :
Nama Latin : Zea mays L.
Nama Indonesia : Jagung
Nama daerah : Jagong
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 18 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili:
Poaceae
Genus: Zea
Spesies: Zea mays L.







Keterangan :
Nama Latin : Helianthus annuus L.
Nama Indonesia : Bunga Matahari
Nama daerah : Srangenge
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 18 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
 Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili:
Asteraceae
Genus:
Helianthus
Spesies: Helianthus annuus L.






Keterangan :
Nama Latin : Helianthus annuus L.
Nama Indonesia : Bunga Matahari
Nama daerah : Srangenge
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 18 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
 Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili:
Asteraceae
Genus:
Helianthus
Spesies: Helianthus annuus L.








Keterangan :
Nama Latin : Allium cepa
Nama Indonesia : Bawang Merah
Nama daerah : Bawang Beureum
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 18 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili:
Liliaceae
Genus:
Allium
Spesies: Allium cepa







Keterangan :
Nama Latin : Cucurbita moschata
Nama Indonesia : Labu Manis
Nama daerah : Waluh gede
Reagen : -
Pembesaran : 10x10
Tanggal pengamatan : 18 April 2012

Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Violales
Famili:
Cucurbitaceae
Genus: Cucurbita
Spesies: Cucurbita moschata

5.     Pertanyaan dan Jawaban
Pertanyaan (pengamatan pada jagung)
1.      Dibagian mana anda menemukan sklerenkim?
Jawab : Di tepi luar. Mengelilingi berkas pengangkut.

2.      Apakah anda menemukan selendodermis? Apakah terjadi penebalan sel?
Jawab : Menemukan. Terjadi penebalan endodermis yang berdinding tebal (sebagai batas korteks dan stele).

3.      Bagaimana susuna xylem dan floem pada preparat jagung yang anda amati? Apakah terdapat cambium?
Jawab : Tersusun beraturan tidak terdapat kambium Letak xylem dan floem berdampingan langsung dan berkas itu dikelilingi serabut. Berkas pengangkut (floem dan xilem)  membentuk jari-jari. Banyaknya jari-jari floem dan xilem ada 5 , Pentarch (5) dan Poliark (apabila banyak).

4.      Hitung barapa jumlah jaringan floem pada jagung!
Jawab : Ada 5. Jaringan penyusun akar adalah epidermis, korteks, endodermis, perisikel, dan stele (jaringan pengangkut).

Pertanyaan (Helianthus sp.)
1.      Tentukan perbedaan antara struktur akar Helianthus sp muda dan dewasa berdasarkan :
a.       Jumlah floem
b.      Struktur cambium
c.       Struktur xylem
d.      Struktur floem
e.       Adanya empulur dan jari-jari empulur
Jawab :
a.       Struktur floem pada pengamatan Helianthus tua lebih menyebar dan lebih banyak dibandingkan struktur Helianthus muda yang lebih teratur dan sedikit.
b.      -
c.       Strutur xylem akar Helianthus tua tersebar pada smping-samping floem sedangkan struktur xylem akar Helianthus muda menyatu denga floem
d.      Helianthus muda teratur dan tersusun sedangkan Helianthus tersebar dan tidaktersusun.

6.     Kesimpulan
Akar merupakan bagian bawah sumbu tumbuhan dan biasanya tumbuh di dalam tanah, namun ada juga yang di udara, misalnya anggrek. Pada embrio tumbuhan Spermatophyta akarbprimer terbentuk dari meristem apeks. Pada dikotil dan Gymnospermae, akar primer beserta akar lateralnya bercabang-cabang membentuk system akar tunggang. Pada system akar yang lain, pembentukan akar primer berlangsung singkat dan system akar selanjutnya dibentuk oleh akar adventif yang tumbuh di pangkal batang. System akar seperti itu dinamakan akar serabut dan khas pada monokotil.

7.     Daftar Pustaka
Hidayat, B. Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbji. ITB; bandung
Tim Dosen. 2010. Buku Petunjuk Praktikum Anatomi Tumbuhan. Bandung: Pendidikan. Biologi Fak. Tarbiyah Dan Keguruan UIN SGD Bandung.
Tri Wahyu Agustina. 2010. Materi Pokok Ajar Anatomi Tumbuhan. Bandung: Pendidikan Biologi Fak. Tarbiyah Dan Keguruan UIN SGD Bandung
www.plantamor.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar