Jumat, 08 Maret 2013

prinsip-prinsip pembelajaran


MAKALAH
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN
Di susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran Biologi yang dibimbing oleh Drs. Ara Hidayat,M.Pd dan Meti Maspupah,M.Pd


Di susun oleh :
Jenab Purnama Sari
1210206049
Pendidikan Biologi/A
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011

Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT pencipta semesta alam, yang telah membimbing dan memberikan taufik serta hidayahnya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Makalah ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Rasullullah Muhammad saw. yang menjadi guru dan teladan umat manusia sepanjang zaman.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mandiri pada mata kuliah Kurkulumdan Pembelajaran Biologi pada Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Tadris UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dalam penyusunan Makalah ini tidak terlepas dari kesulitan dan hambatan yang dihadapi. Berkat izin dan karunia Allah SWT disertai dengan bimbingan dari semua pihak, maka penulis dapat menyelesaikan Makalah ini. Mudah-mudahan Allah SWT membalas dengan balasan yang setimpal.
Penulis menyadari dalam penyusunan Makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, untuk perbaikan pembuatan Makalah selanjutnya, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan.
            Wassalamualaikum Wr. Wb.

                                                                                      Bandung, Mei 2011


Penyusun



Daftar Isi


Kata Pengantar  ...................................................................................................................... i          
Daftar Isi  .............................................................................................................................. ii
Bab I Pendahuluan  ............................................................................................................... 1
A.     Latar Belakang Masalah  ............................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah ..................................................................................................... 1
C.      Tujuan Penulisan ....................................................................................................... 1
Bab II Pembahasan  ............................................................................................................... 2
A.     Pengertian Prinsip Pembelajaran ................................................................................ 2
B.     Sumber Prinsip Pembelajaran .................................................................................... 2
C.     Fungsi Prinsip Pembelajaran ...................................................................................... 3
D.     Prinsip-Prinsip Pembelajaran...................................................................................... 4
E.      Prinsip-Prinsip Pembelajaran IPA .............................................................................. 6
Bab III Penutup ..................................................................................................................... 8
A.     Kesimpulan ............................................................................................................... 8
B.       Saran  ........................................................................................................................ 9
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Bila kita membicarakan pembelajaran, ada beberapa hal yang selalu disinggung, salah satunya prinsip-prinsip pembelajaran. Prinsip-prinsip pembelajaran ini diperlukan oleh seorang pengajar agar dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik.
Prinsip-prinsip pembelajaran juga diperlukan agar setelah melakukan kegiatan belajar didapatkan hasil yang efektif dan efesien. Maka calon guru/pembimbing seharusnya sudah dapat menyusun sendiri prinsip-prinsip pembelajaran, ialah prinsip pembelajaran yang dapat terlaksana dalam situasi dan kondisi yang berbeda, dan oleh setiap siswa secara individual.
Prinsip-prinsip belajar dapat membimbing aktivitas dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran sehingga guru dapat bertindak secara tepat.

B.   Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian prinsip pembelajaran itu?
2.      Darimanakah sumber prinsip pembelajaran itu?
3.      Apakah fungsi dari prinsip pembelajaran itu?
4.      Apa sajakah prinsip-prinsip pembelajaran itu?
5.      Apa sajakah prinsip-prinsip pembelajaran IPA itu?

C.   Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui arti dari prinsip pembelajaran.
2.      Mengetahui sumber prinsip pembelajaran.
3.      Mengetahui fungsi dari prinsip pembelajaran.
4.      Mengetahui apa saja prinsip-prinsip pembelajaran.
5.      Mengetahui apa saja prinsip-prinsip pembelajaran IPA.


BAB II
PEMBAHASAN
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN

A.  Pengertian Prinsip Pembelajaran
Prinsip dikatakan juga landasan. Prinsip pembelajaran menurut Larsen dan Freeman (1986 dalam Supani dkk. 1997/1998) adalah represent the theoretical framework of the method. Prinsip pembelajaran adalah kerangka teoretis sebuah metode pembelajaran. Kerangka teoretis adalah teori-teori yang mengarahkan harus bagaimana sebuah metode dilihat dari segi 1) bahan yang akan dibelajarkan, 2) prosedur pembelajaran (bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru mengajarkan bahan), 3) gurunya, dan 4) siswanya.
Istilah pembelajaran merupakan padanan dari ‘teaching and learning’ dalam bahasa Inggris yang oleh sebagian pakar pendidikan diterjemahkan sebagai ‘belajar  mengajar’. Sesungguhnya, istilah ‘belajar mengajar’  belum tepat kalau dipadankan dengan ‘teaching and learning’ karena ‘teaching and learning’ bukan kata majemuk. Dengan begitu, istilah ‘pembelajaran’ lebih cocok karena mewakili dua konsep ‘mengajar’ dan ‘learning’. Nah, dalam bagian ini akan lebih memadai digunakan istilah ‘pembelajaran’ karena akan membicarakan ‘mengajar’ dan ‘belajar’ dalam satu ‘tarikan napas’, yaitu kegiatan yang dilakukan guru dan siswa secara bersama-sama. Guru dan siswa bersama-sama mencari pengetahuan, khususnya IPA.

B.   Sumber Prinsip Pembelajaran
Prinsip pembelajaran bersumber pada teori-teori yang berkembang pada bidang yang relevan. Prinsip pembelajaran bahasa berarti bersumber pada teori-teori yang relevan dengan pembelajaran bahasa, seperti: 1) teori belajar, 2) teori belajar bahasa, 3) teori bahasa, dan 4) teori psikologi.





Teori Belajar
Teori Belajar Bahasa
Teori Bahasa
Teori Psikologi
Behaviorism
Piaget’s Development Theory
Vygotsky and Social Cognition
Constructivism
Neuroscience
Brain-Based Learning
Learning Styles
Multiple Inteligence
Right Brain/Left Brain Thinking
Communities of Practice
Control Theoty
Observational Learning
Problem-Based Learning
Teori behavioris
Teori mentalis
Teori tradisional
Teori struktural
Teori transformasi
Teori tagmemik
Teori fungsional
Teori relasional
Behaviorisme
Kognitif

C.   Fungsi Prinsip Pembelajaran
Istilah fungsi berasal dari bahasa Inggris function yang memiliki banyak arti di antaranya: jabatan, kedudukan, kegiatan, dan sebagainya. Fungsi atau peran  adalah   jabatan, kedudukan, atau kegiatam.  Jadi, prinsip pembelajaran bahasa berfungsi sebagai kerangka teori dan pedoman pelaksanaan bagi komponen-komponen pengajaran bahasa. Sebagai pedoman/kerangka teori, setiap butir prinsip pengajaran bahasa memberikan arah  yang harus ditempuh dalam pelaksanaan pengajaran.

D.   Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Agar setelah melakukan kegiatan belajar didapatkan hasil yang efektif dan efesien tentu saja diperlukan prinsip-prinsip belajar tertentu yang dapat melapangkan jalan kearah keberhasilan. Maka calon guru/pembimbing seharusnya sudah dapat menyusun sendiri prinsip-prinsip belajar, ialah prinsip belajar yang dapat terlaksana dalam situasi dan kondisi yang berbeda, dan oleh setiap siswa secara individual
Berikut ini prinsip pembelajaran yang dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) guna menunjang belajar yang efektif dan efisien adalah:
1.      Kesempatan Belajar, kegiatan belajar perlu menjamin pengalaman siswa untuk secara langsung mengamati dan mengalami proses, produk, keterampilan dan nilai yang diharapkan.
2.      Pengetahuan Awal Siswa, kegiatan pembelajaran perlu menyediakan pengalaman belajar yang dikaitkan dengan pengetahuan awal siswa serta disesuaikan dengan keterampilan dan nilai yang dimiliki siswa sambil memperluas dan menunjukan keterbukaan pada cara pandang dan cara tindak sehari-hari.
3.      Refleksi, kegiatan belajar perlu menyediakan pengalaman belajar bermakna yang mampu mendorong tindakan (aksi)dan renungan (refleksi) pada setiap siswa.
4.      Motivasi, kegiatan mengajar harus mampu menyediakan pengalaman belajar yang memberimotivasi dan kejelasan tujuan.
5.      Keragaman Individu, kegiatan belajar mengajar perlu menyediakan pengalaman belajar yang mengenalkan siswa kepada individu lain.
6.      Kemandirian dan Kerjasama, kegiatan mengajar perlu menyediakan pengalaman belajar yang mendorong siswa belajar secara mandiri maupun kerjasama.
7.      Suasana yang Mendukung, sekolah dan kelas perlu diatur lebih aman dan lebih kondusif untuk menciptakan situasi supaya siswa belajar efektif.
8.      Belajar untuk Kebersamaan, kegiatan mengajar  menyediakan pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk memiliki simpati, empati dan toleransi pada orang lain.
9.      Siswa sebagai Pembangun Gagasan, kegiatan mengajar  menyediakan pengalaman belajar yang mengakomodasikan pandangan bahwa pembangunan gagasan adalah siswa, sedangkan guru hanya sebagai penyedia kondisi supaya pristiwa belajar berlangsung.
10.  Rasa Ingin Tahu, Kreatifitas dan Ketuhanan, kegiatan mengajar  menyediakan pengalaman belajar yang memupuk rasa ingin tahu, mendorong kreatifitas dan selalu mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
11.  Menyenagkan, kegiatan mengajar perlu menyediakan pengalaman belajar menyenangkan bagi siawa.
12.  Interaksi dan Komunikasi, kegiatan mengajar perlu menyediakan pengalaman belajar yang meyakinka siswa terlibat aktif secara fisik, mental dan sosial.
13.  Belajar Cara Belajar, kegiatan mengajar perlu menyediakan pengalaman belajar yang memuat keterampilan belajar, sehingga siswa terampil belajar bagaimana belajar (learn how to learn).
Prinsip pembelajaran dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu 1) prinsip umum dan 2) prinsip khusus.
a.       Prinsip umum, yaitu prinsip pembelajaran yang dapat diberlakukan/berlaku untuk semua mata pelajaran di suatu sekolah/program pendidikan. Prinsip-prinsip umum pembelajaran di antaranya sebagai berikut.
1)      Prinsip motivasi, yaitu dalam belajar diperlukan motif-motif yang dapat mendorong siswa untuk belajar. Dengan prinsip ini, guru harus berperan sebagai motivator siswa dalam belajar.
2)      Prinsip belajar sambil bekerja/mengalami, yaitu dalam mempelajari sesuatu, apalagi yang berhubungan dengan keterampilan haruslah melalui pengalaman langsung, seperti belajar menulis siswa harus menulis, belajar berpidato harus melalui praktik berpidato.
3)      Prinsip pemecahan masalah, yaitu dalam belajar siswa perlu dihadapkan pada situasi-situasi bermasalah dan guru membimbing siswa untuk memecahkannya.
4)      Prinsip perbedaan individual, yaitu setiap siswa memiliki perbedaan-perbedaan dalam berbagai hal, seperti intelegensi, watak, latar belakang keluarga, ekonomi, sosial, dan lain-lain. Dengan demikian, guru dalam kegiatan pembelajaran dituntut memperhitungkan perbedaa-perbedaan itu.
b.      Prinsip khusus, yaitu prinsip-prinsip pembelajaran yang hanya berlaku untuk satu mata pelajaran tertentu, seperti pembelajaran bahasa Indonesia. Setiap mata pelajaran memiliki banyak prinsip khusus. Prinsip-prinsip khusus pembelajaran bahasa Indonesia di antaranya sebagai berikut.
1)      Ajarkan bahasa, bukan tentang bahasa, yaitu pembelajaran bahasa merupakan aktivitas membina siswa mempergunakan bahasa sebagai alat komunikasi sebagai penutur bahasa. Artinya, siswa dilatih keterampilan berbahasa yang hanya dikuasai melalui praktik berbahasa. Jadi, pembelajaran bahasa merupakan kegiatan untuk menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi yang harus dilakukan melalui praktik menggunakan bahasa. Bukan sebaliknya, pembelajaran bahasa adalah aktivitas mempelajari teori atau pengetahuan tentang bahasa.
2)      Bahasa target bukan sekedar objek pembelajaran, tetapi juga wahana komunikasi dalam proses pembelajaran atau di kelas. Artinya, kegiatan pembelajaran tidak semata-mata ditujukan untuk mengenal dan menguasai bahasa target. Akan tetapi, proses pembelajaran harus menjadikan bahasa itu sebagai wahana dalam berkomunikasi, yaitu dengan menggunakan bahasa target dalam setiap kesempatan berkomunikasi tentang topik-topik di luar bahasa (pendekatan komunikatif). 
3)      Sejauh mungkin gunakan bahasa otentik yang digunakan dalam konteks nyata sebagai sumber bahan ajar, seperti bahasa di surat kabar, bahasa nyata dalam kehidupan.
4)      Setiap bahasa memiliki sistem bahasanya sendiri. Untuk itu, dalam mempelajari bahasa kedua harus menjaga jangan sampai terjadi interferensi (pengaruh) bahasa pertamanya terhadap bahasa kedua yang dipelajari.

E.   Prinsip Pembelajaran IPA
Berikut ini lima prinsip utama pembelajaran IPA tentang kebenaran dalam pembelajaran IPA yang dijadikan panutan untuk melaksanakan pembelajaran IPA, yaitu:
Prinsip 1: Pemahaman kita tentang dunia di sekitar kita di mulai melalui
pengalaman baik secara inderawi maupun non inderawi.
Prinsip 2: Pengetahuan yang diperoleh ini tidak pernah terlihat secara langsung, karena itu perlu diungkap selama proses pembelajaran. Pengetahuan siswa yang diperoleh dari pengalaman itu perlu diungkap di setiap awal pembelajaran.
Prinsip 3: Pengetahuan pengalaman mereka ini pada umumnya kurang konsisten dengan pengetahuan para ilmuwan, pengetahuan yang kita miliki. Pengetahuan yang demikian kita sebut miskonsepsi. Kita perlu merancang kegiatan yang dapat membetulkan miskonsepsi ini selama pembelajaran.
Prinsip 4: Dalam setiap pengetahuan mengandung fakta, data, konsep, lambang, dan relasi dengan konsep yang lain. Tugas kita sebagai guru IPA adalah mengajak siswa untuk mengelompokkan pengetahuan yang sedang dipelajari itu ke dalam fakta, data, konsep, symbol, dan hubungan dengan konsep yang lain.
Prinsip 5: IPA terdiri atas produk, proses, dan prosedur. Karena itu, kita perlu mengenalkan ketiga aspek ini walaupun hingga kini masih banyak guru yang lebih senang menekankan pada produk IPA saja. Namun, perlu diingat bahwa perkembangan IPA sangat pesat. Kita tidak mampu mengikuti secara terus-menerus.


F.      
BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Prinsip pembelajaran adalah kerangka teoretis sebuah metode pembelajaran. Kerangka teoretis adalah teori-teori yang mengarahkan harus bagaimana sebuah metode dilihat dari segi 1) bahan yang akan dibelajarkan, 2) prosedur pembelajaran (bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru mengajarkan bahan), 3) gurunya, dan 4) siswanya.
Prinsip pembelajaran bersumber pada teori-teori yang berkembang pada bidang yang relevan. Prinsip pembelajaran bahasa berarti bersumber pada teori-teori yang relevan dengan pembelajaran bahasa, seperti: 1) teori belajar, 2) teori belajar bahasa, 3) teori bahasa, dan 4) teori psikologi.
Prinsip pembelajaran bahasa berfungsi sebagai kerangka teori dan pedoman pelaksanaan bagi komponen-komponen pengajaran bahasa. Sebagai pedoman/kerangka teori, setiap butir prinsip pengajaran bahasa memberikan arah  yang harus ditempuh dalam pelaksanaan pengajaran.
Berikut ini prinsip pembelajaran yang dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) guna menunjang belajar yang efektif dan efisien adalah: kesempatan belajar, pengetahuan awal siswa, refleksi, motivasi, keragaman individu, kemandirian dan kerjasama, suasana yang mendukung, belajar untuk kebersamaan, siswa sebagai pembangun gagasan, rasa ingin tahu, kreatifitas dan ketuhanan, menyenangkan, interaksi dan komunikasi, dan belajar cara belajar.
Adapun prinsip-prinsip pembelajaran IPA ada lima yaitu; Pertama: Pemahaman kita tentang dunia di sekitar kita di mulai melalui pengalaman baik secara inderawi maupun non inderawi. Kedua: Prinsip 2: Pengetahuan yang diperoleh ini tidak pernah terlihat secara langsung, karena itu perlu diungkap selama proses pembelajaran. Ketiga: Pengetahuan pengalaman mereka ini pada umumnya kurang konsisten dengan pengetahuan para ilmuwan, pengetahuan yang kita miliki. Keempat: Dalam setiap pengetahuan mengandung fakta, data, konsep, lambang, dan relasi dengan konsep yang lain. Dan yang kelima: IPA terdiri atas produk, proses, dan prosedur.



B.   Saran
Dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, maka saya menyarankan kepada pembaca agar mencari referensi lain untuk menambah wawasan mengenai materi prinsip-prinsip pembelajaran ini.

DAFTAR PUSTAKA

·         Abdul Majid. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2008
·         aguswuryanto.files.wordpress.com/.../prinsip-pendekatan-metode-teknikstrategi-dan-model-pembelajaran.doc
·         Dian Sukmara. Implementasi Life Skill dalam KTSP. Bandung: Mughni Sejahtera. 2007



1 komentar:

  1. makasih sangat membantu coba juga berkunjung ke blog aq ashnoert-gahara09blogspot.com siapa tau bisa membantu

    BalasHapus